Wikipedia

Hasil penelusuran

Minggu, 14 September 2025

9. PONDASI

 

Pondasi adalah bagian struktur bangunan di bagian paling bawah yang berfungsi menyalurkan dan mendistribusikan beban dari seluruh struktur di atasnya ke tanah di bawahnya. Fungsinya vital untuk menopang beban mati (berat bangunan) dan beban hidup (aktivitas penghuni), memastikan bangunan berdiri stabil, dan mencegah kerusakan seperti keretakan atau pergeseran. Terdapat berbagai jenis pondasi yang dipilih sesuai dengan kondisi tanah dan kebutuhan beban bangunan.

Ø  Fungsi Pondasi

1.       Menyalurkan Beban:

 Meneruskan seluruh beban bangunan (vertikal dan horizontal) dari struktur atas ke tanah.

2.       Menjaga Stabilitas:

Mencegah bangunan bergerak, bergeser, atau mengalami penurunan yang tidak merata.

3.       Menyesuaikan dengan Tanah:

Mampu beradaptasi dengan kondisi tanah, baik tanah keras, lunak, maupun berair, agar beban dapat didistribusikan secara aman.

Jenis pondasi secara umum dibagi menjadi pondasi dangkal (kedalaman < 3 meter) dan pondasi dalam (kedalaman ≥ 3 meter). Pondasi dangkal meliputi pondasi tapak (telapak), pelat, rakit, dan umpak, sedangkan pondasi dalam meliputi tiang pancang, bore pile, dan piers. Pemilihan jenis pondasi bergantung pada jenis tanah dan beban bangunan.

Ø  Pondasi Dangkal

Jenis pondasi ini dipasang pada kedalaman yang relatif rendah dan biasanya digunakan untuk bangunan ringan hingga menengah.

1.       Pondasi Tapak (Spread Footing):

 Pondasi paling umum yang menyebar beban titik (seperti kolom) ke tanah.

2.       Pondasi Pelat (Mat Foundation):

Pondasi berupa pelat beton besar yang menutupi seluruh area bangunan, cocok untuk beban berat atau tanah yang kurang kuat.

3.       Pondasi Rakit (Raft Foundation):

Mirip pondasi pelat tetapi seringkali lebih tebal, biasanya digunakan pada bangunan bertingkat tinggi (high-rise).

4.       Pondasi Umpak:

Umumnya terbuat dari batu atau beton sebagai alas untuk tiang atau kolom, memberikan dukungan kuat pada bangunan tradisional.

Ø  Pondasi Dalam

Jenis pondasi ini ditanam lebih dalam ke tanah (3 meter atau lebih) untuk mencapai lapisan tanah yang lebih keras dan kuat, cocok untuk beban bangunan yang berat.

1.       Pondasi Tiang Pancang:

 Sering digunakan untuk bangunan besar dan tinggi, dengan cara dipancang atau dipukul ke dalam tanah.

2.       Pondasi Bore Pile:

Dibuat dengan mengebor atau menggali tanah, kemudian diisi dengan beton bertulang.

3.       Pondasi Strauss Pile:

Pondasi dalam yang relatif dangkal (sekitar 4-10 meter), dibuat dengan bor auger, dan cocok untuk bangunan bertingkat ringan.

4.       Pondasi Piers:

Pondasi dalam yang dibuat untuk menopang beban besar, dapat dipasang secara mendalam untuk mencapai lapisan tanah yang lebih kokoh

 

 

BUKU MATERI                                                                            DOWNLOADS

CONTOH PERHITUNGAN                                                        DOWNLOADS 

SOFTWARE                                                                                  DOWNLOADS 

 

Jumat, 12 September 2025

8. PEMINDAHAN TANAH MEKANIS ( PTM )

 

Pemindahan Tanah Mekanis (PTM) adalah serangkaian aktivitas seperti penggalian, pemuatan, pengangkutan, penimbunan, perataan, dan pemadatan tanah atau batuan yang dilakukan menggunakan alat-alat berat (mesin) untuk keperluan proyek konstruksi seperti pembangunan jalan, gedung, atau tambang. Proses ini bertujuan untuk mengubah tata letak tanah agar sesuai dengan rencana desain konstruksi dan melibatkan pemilihan jenis alat berat yang tepat berdasarkan kondisi tanah dan lokasi pekerjaan.


Aktivitas utama dalam PTM meliputi:

1. Penggalian (Digging/Breaking/Loosening): Mengeluarkan tanah dari tempat aslinya.

2. Pemuatan (Loading): Memasukkan tanah yang sudah digali ke dalam alat angkut.

3. Pengangkutan (Hauling/Transporting): Memindahkan tanah dari lokasi galian ke lokasi penimbunan.

4. Penimbunan (Dumping/Filling): Menempatkan tanah yang diangkut ke lokasi yang ditentukan.

5. Perataan (Spreading/Leveling): Meratakan permukaan tanah sesuai dengan elevasi yang direncanakan.

6. Pemadatan (Compacting): Meningkatkan kepadatan tanah agar stabil dan tahan terhadap beban.

Beberapa alat berat yang umum digunakan dalam PTM adalah:

 1. Bulldozer: Untuk membersihkan lahan, meratakan tanah, dan mendorong material.

 2. Excavator: Alat penggali yang digunakan untuk memecah tanah, menggali, dan memuat material.

3. Dump Truck: Kendaraan khusus untuk mengangkut material tanah dari lokasi galian ke lokasi penimbunan.

4. Backhoe Loader: Alat serbaguna yang bisa melakukan fungsi penggalian dan pemuatan.

5. Alat Pemadat (Compactor): Seperti roller atau vibro, digunakan untuk memadatkan tanah timbunan agar mencapai kepadatan yang diinginkan.

Tujuan dan Pentingnya PTM

 Efisiensi:

 Menggunakan alat mekanis mempercepat pekerjaan dibandingkan metode manual, terutama untuk volume tanah yang besar.

Presisi:

PTM memungkinkan pengendalian volume dan kualitas tanah yang dipindahkan sesuai spesifikasi teknis.

Manajemen Proyek:

PTM merupakan bagian integral dari manajemen konstruksi yang memerlukan perencanaan dan pemilihan alat yang tepat untuk mencapai target waktu dan biaya

 

BUKU PANDUAN                                                                                        DOWNLOADS

CONTOH PERHITUNGAN                                                                          DOWNLOADS 

TEKNIK SIPIL

17. KOLEKSI PERHITUNGAN EXCEl TEKNIK SIPIL

  Kategori     Analisa Struktur Tanah     Analisa Struktur Beton Bertulang     Analisa Struktur Baja & detailing     Analisa S...

TEKNIK SIPIL