Wikipedia

Hasil penelusuran

Selasa, 29 April 2025

6. HIDROLIKA


 

Hidrolika dalam teknik sipil adalah cabang ilmu yang mempelajari tentang perilaku fluida, terutama air, dalam keadaan diam maupun bergerak. Ini melibatkan prinsip-prinsip mekanika fluida yang diterapkan pada berbagai masalah terkait pengumpulan, penyimpanan, pengendalian, pemindahan, pengaturan, pengukuran, dan penggunaan air, serta aplikasinya dalam berbagai struktur sipil seperti jembatan, bendungan, dan sistem drainase.

Lebih detailnya:

    Mekanika Fluida:

    Hidrolika berbasis pada prinsip-prinsip mekanika fluida, yang mempelajari sifat-sifat fluida dan bagaimana mereka berperilaku dalam berbagai kondisi.

Aliran Fluida:

Hidrolika melibatkan studi tentang aliran air dalam berbagai sistem, seperti pipa, saluran terbuka, dan sungai.

Aplikasi dalam Teknik Sipil:

Prinsip hidrolika digunakan dalam perancangan berbagai struktur sipil, seperti bendungan, saluran irigasi, sistem drainase, dan sistem pengelolaan air limbah.

Hidrologi:

Hidrolika juga berkaitan dengan hidrologi, yaitu ilmu yang mempelajari siklus air dan berbagai fenomena terkait air di bumi.

Penggunaan Praktis:

Hidrolika digunakan secara luas dalam berbagai aplikasi praktis, seperti pembangkit listrik tenaga air, sistem pengairan, dan pengelolaan air minum.

Contoh aplikasi hidrolika:

    Perancangan Bendungan:

    Hidrolika digunakan untuk menentukan ukuran dan bentuk bendungan agar dapat menahan tekanan air dan mengontrol aliran air.

    Perancangan Saluran Irigasi:

    Hidrolika digunakan untuk merancang saluran irigasi yang efisien dan dapat mengalirkan air dengan tepat ke lahan pertanian.

    Perancangan Sistem Drainase:

    Hidrolika digunakan untuk merancang sistem drainase yang dapat mengalirkan air hujan dan air limbah dengan aman dan efisien.

    Pengelolaan Air Minum:

    Hidrolika digunakan untuk merancang sistem pengelolaan air minum yang dapat menyediakan air bersih dan aman bagi masyarakat

 

 

BUKU MATERI                                                                                                           DOWNLOADS

MODUL PRATIKUM                                                                                                  DOWNLOADS 

5. REKAYASA LINGKUNGAN

 

Rekayasa lingkungan adalah penerapan prinsip-prinsip ilmiah dan rekayasa untuk mengatasi masalah lingkungan, baik yang berkaitan dengan air, tanah, udara, maupun kesehatan lingkungan. Rekayasa lingkungan mencakup upaya kuratif dan preventif untuk menjaga dan memelihara kualitas lingkungan hidup, misalnya dengan pengelolaan air limbah, pengendalian polusi, dan pemulihan lahan yang rusak.

Elaborasi:

Rekayasa lingkungan melibatkan berbagai disiplin ilmu seperti teknik sipil, teknik kimia, teknik lingkungan, dan ilmu lingkungan. Tujuannya adalah untuk menciptakan solusi yang berkelanjutan dan efektif untuk masalah lingkungan, misalnya:

    Pengendalian pencemaran: Merancang sistem untuk mengurangi atau menghilangkan polusi udara, air, dan tanah.

    Pengelolaan limbah: Membangun infrastruktur untuk mengolah limbah industri dan domestik, serta mengurangi dampaknya terhadap lingkungan.

    Penyediaan air bersih: Mengembangkan sistem penyediaan air bersih yang aman dan berkelanjutan.

    Pemulihan lahan: Melakukan restorasi lahan yang terdegradasi atau tercemar.

    Pengelolaan sumber daya alam: Mengelola sumber daya alam seperti air, hutan, dan tanah secara berkelanjutan.

    Perencanaan pembangunan berkelanjutan: Merancang pembangunan yang mempertimbangkan dampak lingkungan dan memastikan kelestarian alam.

Contoh rekayasa lingkungan yang umum adalah:

    Membangun instalasi pengolahan air limbah (IPAL) untuk mengurangi pencemaran air.

Menerapkan teknologi pengelolaan limbah padat yang berkelanjutan seperti daur ulang dan kompos.

Membangun sistem irigasi yang efisien untuk menghemat air dan mencegah erosi tanah.

Menerapkan teknologi pembersihan udara untuk mengurangi polusi udara.

Menerapkan sistem pengelolaan sampah yang efisien untuk mengurangi dampak pencemaran lingkungan

 

 

 

 

 

Materi Rekayasa lingkungan :

 https://drive.google.com/drive/folders/1c46-WXioahUcwXaXvrP5bkIB-_qIfjm5?usp=sharing

Jumat, 18 April 2025

4. APLIKASI CROPWAT


Cropwat adalah alat pendukung keputusan yang dikembangkan oleh Divisi Pengembangan Tanah dan Air FAO. Cropwat ini merupakan sebuah program komputer untuk perhitungan kebutuhan air tanaman dan kebutuhan irigasi berdasarkan data tanah, iklim dan tanaman. Selain itu, program ini memungkinkan pengembangan jadwal irigasi untuk kondisi manajemen yang berbeda dan perhitungan penyediaan air untuk berbagai skema pola tanaman. Cropwat juga dapat digunakan untuk mengevaluasi praktek-praktek irigasi petani dan untuk menilai kinerja tanaman di bawah kedua kondisi tadah hujan dan irigasi.
 Versi CROPWAT 8,0 merupakan versi terbaru yang telah ditelah dikembangkan oleh Divisi Pengembangan Tanah dan Air FAO. Semua prosedur perhitungan yang digunakan dalam CROPWAT 8,0 didasarkan pada dua publikasi FAO dari Irigasi dan Drainase Series, yakni, Nomor 56 “Crop Evapotranspiration – Guidelines for computing crop water requirements” dan No 33 berjudul “Yield response to water”.

Sebagai titik awal, dan hanya untuk digunakan saat data lokal tidak tersedia, Cropwat8.0 meliputi tanaman standar dan data tanah. Ketika data lokal yang tersedia, file-file data dapat dengan mudah diubah atau yang baru dapat diciptakan. Demikian juga, jika data iklim lokal tidak tersedia, ini dapat diperoleh selama lebih dari 5.000 stasiun di seluruh dunia dari Climwat, database iklim terkait. Perkembangan jadwal irigasi CROPWAT 8.0 didasarkan pada keseimbangan tanah-air setiap hari dengan menggunakan berbagai pilihan yang ditetapkan pengguna untuk suplai air dan kondisi pengelolaan irigasi. Penyediaan air Skema dihitung sesuai dengan pola tanam yang ditetapkan oleh pengguna, yang dapat mencakup hingga 20 tanaman.
Cropwat 8.0 adalah program berbasis Windows pada versi DOS sebelumnya. Terlepas dari antarmuka pengguna sepenuhnya didesain ulang, Cropwat 8.0 untuk Windows mencakup sejumlah fitur baru dan diperbarui, termasuk:
1. Bulanan, dan harian dekade input data iklim untuk perhitungan evapotranspirasi acuan (ETo)
2. Kompatibilitas untuk memungkinkan penggunaan data dari database Climwat
3. Kemungkinan untuk memperkirakan data iklim dalam ketiadaan nilai yang terukur
4. Dekade dan perhitungan harian kebutuhan air tanaman berdasarkan algoritma perhitungan 
    diperbarui termasuk penyesuaian nilai tanaman-koefisien
5. Perhitungan kebutuhan air tanaman dan penjadwalan irigasi untuk padi & padi gogo, menggunakan
     prosedur baru dikembangkan untuk menghitung kebutuhan air termasuk periode penyiapan lahan
6. Jadwal irigasi disesuaikan pengguna interaktif
7. Air tabel keluaran keseimbangan tanah harian
8. Tabungan mudah dan pengambilan sesi dan jadwal irigasi ditetapkan pengguna
9. Presentasi grafis dari input data, kebutuhan air tanaman dan jadwal irigasi
10. Mudah impor / ekspor data dan grafik melalui clipboard atau file teks ASCII
11. Rutinitas pencetakan yang luas, mendukung semua printer-berbasis windows
12. Konteks-sensitif sistem bantuan
13. Antarmuka multibahasa dan sistem bantuan: Inggris, Spanyol, Prancis dan Rusia
CROPWAT 8.0 untuk Windows dikembangkan menggunakan Visual Delphi 4.0 dan berjalan pada platform Windows berikut: 95/98/ME/2000/NT/XP dan Vista.
 
 
 
SOFTWARE DAN TUTORIAL :
 
 
 
https://drive.google.com/drive/folders/1JesCJ4IxVRMQCQe0Whpkws0wZZdz9hLt?usp=sharing

 
 

3. Pengertian dan Jenis Konstruksi Jembatan

 Jembatan adalah suatu konstruksi yang digunakan untuk meneruskan jalan melalui rintangan yang berada lebih rendah. Rintangan ini biasanya jalan lain berupa jalan air atau jalan lalu lintas biasa (Struyk dan Veen, 1984).

Jembatan merupakan struktur bangunan yang berfungsi untuk menghubungkan dua bagian jalan yang terputus oleh adanya rintangan-rintangan seperti lembah yang dalam, alur sungai, saluran irigasi dan pembuangan, jalan kereta api, waduk, dan lain-lain.

Konstruksi Jembatan

Konstruksi jembatan adalah suatu konstruksi bangunan pelengkap sarana trasportasi jalan yang menghubungkan suatu tempat ke tempat yang lainnya, yang dapat dilintasi oleh sesuatu benda bergerak misalnya suatu lintas yang terputus akibat suatu rintangan atau sebab lainnya, dengan cara melompati rintangan tersebut tanpa menimbun/menutup rintangan itu dan apabila jembatan terputus maka lalu lintas akan terhenti.

Lintas yang dimaksud dapat berupa jalan kendaraan, jalan kereta api atau jalan pejalan kaki, sedangkan rintangan dapat berupa jalan kendaraan, jalan kereta api, sungai, lintasan air, lembah atau jurang.

Jembatan mempunyai tiga bagian struktur yaitu pondasi, struktur bangunan bawah, dan struktur bangunan atas. Bagian yang menghubungkan rintangan lalu lintas adalah struktur bangunan atasnya.

5 Jenis Konstruksi Jembatan

  1. Truss Bridge
    Truss Bridge adalah jembatan yang segi konstruksi lebih kokoh karena menggunakan kerangka truss yang berbentuk triangular. Meski tidak menancap ke tanah, namun tiang jembatan menjadi lebih kaku karena bentuk segitiga yang menghubungkan tiang yang satu dengan tiang lainnya.

    Selain itu, garis–garis diagonal pada tiang jembatan juga berfungsi untuk mentransfer beban ke area yang lebih luas, sehingga beban tak berkumpul di satu titik.

  2. Beam Bridge
    Dikenal juga sebagai jembatan grider, desain kontruksi ini merupakan yang paling sederhana dalam membuat sebuah jembatan. Umumnya, jembatan ini berbentuk horizontal lurus, dengan tiang vertikal sebagai tiang pancang untuk memperkokohnya.

    Biasanya, tiang pancang terbuat dari baja atau beton yang ditancapkan ke dalam tanah.
    Konstruksi beam bridge umum digunakan untuk menghubungkan dua dataran yang tergolong dekat. Misalnya wilayah yang dipisahkan oleh sungai.
  3. Arch Bridge
    Arch atau yang dalam bahasa Inggris berarti lengkungan merupakan jembatan yang dibuat secara melengkung layaknya busur panah. Meski secara konstruksi lebih menghemat material (tidak membutuhkan banyak material), namun secara ketahanan, desain ini lebih kuat dibandingkan dengan beam maupun truss.
  4. Cable Stayed Bridge
    Jembatan cable-stayed menggunakan kabel sebagai elemen pemikul lantai lalu lintas. Pada cable-stayed kabel langsung ditumpu oleh tower.
    Jembatan cable-stayed merupakan gelagar menerus dengan tower satu atau lebih yang terpasang diatas pilar – pilar jembatan ditengah bentang. Jembatan cable-stayed memiliki titik pusat massa yang relatif rendah posisinya sehingga jembatan tipe ini sangat baik digunakan pada daerah dengan resiko gempa dan digunakan untuk variasi panjang bentang 100 – 600 meter.
  5. Suspension Bridge
    Suspension Bridge artinya adalah jembatan gantung. Sistem struktur dasar jembatan gantung berupa kabel utama (main cable) yang memikul kabel gantung (suspension bridge). Lantai lalu lintas jembatan biasanya tidak terhubungkan langsung dengan pilar, karena prinsip pemikulan gelagar terletak pada kabel.

    Apabila terjadi beban angin dengan intensitas tinggi jembatan dapat ditutup dan arus lalu lintas dihentikan. Hal ini untuk mencegah sulitnya mengemudi kendaraan dalam goyangan yang tinggi.

    Pemasangan gelagar jembatan gantung dilaksanakan setelah sistem kabel terpasang, dan kabel sekaligus merupakan bagian dari struktur launching jembatan. Jembatan ini umumnya digunakan untuk panjang bentang sampai 1400 meter.                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                             BUKU MATERI                                                                                              DOWNLOADS         CONTOH PERHITUNGAN                                                                           DOWNLOADS          SNI                                                                                                                 DOWNLOADS           CONTOH GAMBAR                                                                                      DOWNLOADS          SOFTWARE                                                                                                   DOWNLOADS                                                            

TEKNIK SIPIL

17. KOLEKSI PERHITUNGAN EXCEl TEKNIK SIPIL

  Kategori     Analisa Struktur Tanah     Analisa Struktur Beton Bertulang     Analisa Struktur Baja & detailing     Analisa S...

TEKNIK SIPIL